Analisis Dampak Sosial Perencanaan Revitalisasi Pasar Wates Ranuyoso, Lumajang

Putri Nadiyatul Firdausi

Abstract


Analisis dampak sosial merupakan komponen penting namun sering diabaikan dalam perencanaan pembangunan. Tidak diperhitungkannya kemungkinan dampak sosial dapat menjadi pemicu gagalnya pencapaian tujuan pembangunan khususnya dalam hal pemanfaatan bangunan tersebut. Hal ini terjadi pada kasus revitalisasi Pasar Wates Wetan, Ranuyoso, Lumajang. Revitalisasi yang telah dilakukan beberapa kali di Pasar Wates Wetan belum dapat menyelesaikan masalah kemacetan yang diakibatkan oleh aktivitas jual-beli yang meluber hingga ke bahu jalan provinsi. Komunitas pedagang menolak dipindahkan atau sekedar bersikap disiplin dan kooperatif terhadap aturan yang sudah ada. Tahun 2017, pemerintah kembali merencanakan revitalisasi Pasar Wates Wetan untuk meningkatkan daya tampung pasar dengan membangun pasar 2 lantai. Dengan melihat riwayat penyebab gagalnya revitalisasi di tahun-tahun sebelumnya, penting untuk dilakukan analisis dampak sosial terhadap rencana revitalisasi pasar sebagai salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Untuk meningkatkan akurasi prediksi dampak, analisis dampak dilakukan dengan pendekatan partisipatif dengan komunitas pedagang pasar dan stakeholder yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana revitalisasi Pasar Wates Wetan berpotensi memunculkan dampak sosial berupa konflik, kenaikan jumlah pedagang yang tidak terkendali (over capacity), tidak selesainya permasalahan kemacetan, penurunan pendapatan, perubahan kesempatan kerja, perubahan pada level individu dan keluarga, serta perubahan kebutuhan infrastruktur komunitas.

Kata kunci: analisis dampak sosial, revitalisasi pasar, partisipasi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.