“Gemah Ripah Loh Jinawi, Untuk Siapa?”: Makin Jauhnya Cita-cita Kedaulatan Agraria

Eko Cahyono

Abstract


Munculnya masalah agraria saat ini terkait dengan Reforma Agraria yang belum terlaksana secara menyeluruh. Kompleksitas serta lapisan-lapisan hubungan manusia, tanah dan sumber daya alam yang terganggu secara terus menerus akan dapat menggoncangkan sendi-sendi sosial, ekonomi, politik dan keberlanjutan ekologis. Penyelesaian masalah agraria seharusnya diikuti penyelaman ketimpangan struktural dan relasi agraria serta modus-modus pelestarinya. Akar masalah agraria perlu diselesaikan, yakni ketimpangan-ketimpangan struktur agraria (kepemilikan, penguasaan, distribusi dan pemanfaatan) secara konsekuen dan menyeluruh. Sulitnya mengatasi masalah agraria disebabkan oleh beberapa hal. Dua di antaranya adalah penghilangan ingatan historis dan pemusatan kebijakan politik sumberdaya alam pada kepentingan modal. Kebijakan semacam ini mengabaikan batas layanan alam maupun keberlanjutan ekologis. Belum lagi, perubahan kondisi global dan nasional ikut memperparah masalah pengelolaan sumber agraria. Upaya serius dapat ditawarkan untuk mengatasi beragam krisis sosial-ekologis tersebut. Pertama, belajar kembali ke kampung. Kedua, mendorong dan memperbanyak simpul belajar komunitas di beragam level sosial. Ketiga, membangun strategi perlawanan harian dan “interupsi”/advokasi kebijakan terus menerus. Keempat, melibatkan diri secara intens untuk berbagi peran dengan jaringan gerakan sosial lainnya dalam mendorong perombakan ketimpangan struktural agraria.

Kata kunci: reformasi agraria, masalah agraria, keadilan sosial, kebijakan

 

Land problems are related to incomplete Land Reform. Continuous disturbance on complexities and layers of relationships among people, land and natural resources have agitated the social, economy, ecological sustainability pillars. Thus, any attempts to provide solutions to land problems must be succeeded by a thorough understanding of land-related structural and relation imbalance as well as its modes of preservation. The roots of land problems, i.e. structural imbalance (ownership, control, distribution, and handling) must be addressed consistently and thoroughly. Impediments in surmounting land problems emanate from several sources. Two of these are the obliteration of history and centralization of natural resources policies on capital accumulation. Such policies ignore environmental carrying capacity along with ecological sustainability. Changes in global and national situation exacerbate problems in land resources management. Diverse efforts might be put forward in prevailing socio-ecological crisis. First, learning from local wisdom. Second, encouraging and promoting community-learning nodes in distinct social levels. Third, building incessant daily struggle strategy and “interruption”/advocacy on policies. Fourth, intensely getting involved in role sharing with other social movement networks and promoting eradication of land structure imbalance.

Keywords: land reform, land problem, social justice, policy


Full Text:

PDF

References


Mosse, Adam. 2007. “Power and the Durability of Poverty: a Critical Exploration of the Links between Culture, Marginality and Chronic Poverty.” Working Paper 107, Chronic Poverty Research Centre.

Polanyi, Karl. 1944. The Great Transformation. New York: Rinehart.

Sajogyo, 2006. Ekososiologi; Deideologisasi Teori Restrukturisasi Aksi (Petani dan Pedesaan sebagai Kasus Uji), Francis Wahono dkk. (editor). Yogyakarta, Bogor, Jakarta: Cindelaras, Sains, dan Sekretariat Bina Desa Sadjiwa.

Witter dan Bitmer. 2005. “Between Conservation, Eco-populism and Developmentalism: Discourse in Biodeversity Policy in Thailand and Indonesia.” CAPRI Working Paper No.37, Washington DC: International Food Policy Research Institute.

Wiradi, Gunawan. 2009. Reforma Agraria, Perjalanan Yang Belum Selesai. Yogyakarta: STPN Press.

___, 2009. Seluk Beluk Masalah Agraria, Reforma Agraria dan Penelitian Agraria. Yogyakarta: STPN Press dan Sajogyo Institute (SAINS).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.