Gerakan Front Pembela Islam (FPI) dalam Aksi Bela Islam tahun 2016 di Jakarta

Wiradetia Abiyoso, Slamet Thohari

Abstract


Penelitian ini membahas tentang gerakan Front Pembela Islam (FPI) dalam Aksi Bela Islam tahun 2016 di Jakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis latar belakang serta pola yang terjadi dalam pelaksanaan Aksi Bela Islam yang dilakukan oleh FPI. Aksi Bela Islam muncul karena adanya kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (BTP). Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa gerakan sosial yang dilakukan oleh FPI ini dikategorikan sebagai mobilisasi sumber daya, model political interactive. Dalam melakukan aksinya, FPI menggunakan kekuatan yang ada pada internal organisasinya untuk melakukan gerakan. Selain itu terdapat jaringan politik, jaringan kelompok keagamaan, dan jaringan kelompok kepentingan yang ikut serta dalam membantu FPI.  Pada aksi ini, selain motif membela agama, terdapat motif ekonomi dan politik yang tersembunyi. Sebab dibalik gerakan ini terdapat ketidakpuasan atas sikap arogansi dari kebijakan publik BTP sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut dianggap merugikan beberapa pihak, termaksud FPI. Akibat hal ini memunculkan kebencian terhadap BTP, sehingga melalui momentum penistaan agama, kelompok yang terkena kerugian dari kebijakan BTP, bergabung bersama FPI dan umat Islam dalam Aksi Bela Islam. Tujuannya adalah untuk mengintervensi proses hukum melalui proses politik, supaya BTP dapat dipenjara.

Kata Kunci: FPI, BTP, Penistaan agama, Aksi Bela Islam


Full Text:

PDF

References


A. M. Mudhoffir, D. Y. (2017). Populisme Islam dan Tantangan. Prisma vol 36, 48-49.

Abercrombie, H. &. (2016). Political Process. Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 179). Malang: Intrans Publishing.

Detik.com. (2014, November 11). Surat Permintaan Pembubaran dan Babak Baru Perseteruan Ahok vs FPI. Diambil kembali dari Detik.com: https://news.detik.com/berita/2744565/surat-permintaan-pembubaran-dan-babak-baru-perseteruan-ahok-vs-fpi

Edward, &. M. (2016). Sumber daya dan Mobilisasi sumber daya. Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 168-172). Malang: Intrans Publishing.

Hadiz, V. R. (2017). Indonesia’s Year of Democratic Setbacks: Towards a New Phase of Deepening Illiberalism? Bulletin of Indonesian Economic Studies, 259-278.

HarianIndoPROGRESS. (2018). Aliansi Populis Islam yang Terfragmentasi. Indoprogress.

Indoprogress. (2016). Aksi Bela Islam: Antara Bela Agama dan Bela Oligarki. Harian Indoprogress, 1-6.

kurnia, A. D. (2017). Aksi Bela Islam. Dalam I. S. Ahmad Doli Kurnia, Aksi Bela Islam 212 (hal. 4). Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Liputan6. (2017, Januari 31). Sidang Ahok, Ketua MUI Sebut Keluarkan Fatwa karena Desakan. Diambil kembali dari Liputan 6: https://www.liputan6.com/news/read/2842030/sidang-ahok-ketua-mui-sebut-keluarkan-fatwa-karena-desakan

Macionis. (2016). Gerakan Sosial. Dalam O. Sukmana, Konsep dan teori gerakan sosial (hal. 4). Malang: Intrans publishing.

Masithoh, D. (2018). PEMAKNAAN JIHAD BAGI ANGGOTA FPI RIAU DALAM AKSI SUPER DAMAI 212 DI JAKARTA. JOM FISIP Vol. 5 NO. 1, 1-13.

Mayo, B. H. (2003). Demokrasi. Dalam M. Budiarjo, Dasar-dasar Ilmu Politik (hal. 61). Jakarta: Gramedia.

McAdam. (2016). Kekuatan Organisasi. Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 180-181). Malang: Intrans Publishing.

McAdam. (2016). Political Opportunities. Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 193). Malang: Intrans Publishing.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Rosdakarya Offset.

Morris, &. S. (2016). Pemimpin dan kepemimpinan . Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 164-165). Malang: Intrans Publishing.

Munajat. (2012). FPI (ISLAMIC DEFENDERS’ FRONT): THE MAKING OF A VIOLENT ISLAMIST MOVEMENT IN THE NEW DEMOCRACY OF INDONESIA. Texas: Texas A&M University.

Oberschall, A. (2016). Resources Mobilization Theory. Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 155). Malang: Intrans Publishing.

Perdana, DKK, A. (2018). Kebangkitan Populisme Islam Di Indonesia. Jakarta: Indoprogress.

Republika. (2014, September 24). Hari Ini, 6.000 Massa FPI Demo Tolak Ahok Jadi Gubernur. Diambil kembali dari Republika Online: https://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/09/24/ncdxgf-hari-ini-6-ribu-masa-fpi-demo-tolak-ahok-jadi-gubernur

Rizieq, S. (2008). Risalah FPI: Amar Maruf Nahi Munkar. Jakarta: Pustaka Ibnu Sidah.

Salim, A. (2006). Teori Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sarohwati, S. (2017). SIKAP MEDIA TERHADAP ISU POLITIK DAN AGAMA ISLAM (Analisis Framing Robert N. Entman Berita Ahok dan Q.S Al – Maidah Ayat 51 Pada Situs Berita Online Republika.co.id dan Metrotvnews.com Tanggal 7 Oktober – 4 Desember 2016). Lampung: Universitas Lampung.

Setyaningsih, T. (2017). Wacana Pemberitaan Penista Agama oleh Basuki Tjahaya Purnama dalam harian Republika. Surakarta: UIN Surakarta.

Singh, R. (2010). Gerakan Sosial Baru (Terj). Yogyakarta: Resist Book.

Stake. (2015). Jenis studi kasus. Dalam Creswell, penelitian kualitatif & Desain Riset (hal. 137-139). Yogyakarta: pustaka pelajar.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sujatmiko. (2016). Gerakan Sosial. Dalam O. Sukmana, Konsep dan Teori Gerakan Sosial (hal. 6). Malang: Intrans Publishing.

Sukmana, O. (2016). Konsep dan Teori Gerakan Sosial. Malang: Intrans Publishing.

Sukmana, O. (2016). Proses Politik. Dalam O. Sukmana, Konsep Dan Teori Gerakan Sosial (hal. 191). Malang: intrans Publishing.

Suryabrata. (1998). Metodologi penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Pustaka.

Tempo. (2017, April 4). Ahok Ungkap Kenapa Sebut Al Maidah 51 di Pidato Kepulauan Seribu. Diambil kembali dari Tempo.Co: https://metro.tempo.co/read/862661/ahok-ungkap-kenapa-sebut-al-maidah-51-di-pidato-kepulauan-seribu/full&view=ok

Woodward, M., & Nurish, A. (2016). Quo Vadis FPI Dalam Aksi Bela Islam. Maarif Institute, 107-122.

Yin, R. K. (2008). Studi Kasus Desain dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo persada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.