Produksi Ruang dan Perubahan Pengetahuan pada Masyarakat Sekitar Objek Wisata Waterland

Iwan Nurhadi, Lutfi Amiruddin, Genta Mahardika Rozalinna

Abstract


Artikel ini ditulis berdasarkan dua tujuan; pertama adalah untuk mengidentifikasi praktik sosial sebagai bagian dari konsekuensi dari perubahan tata guna lahan, dari pertanian menjadi lokasi wisata Waterland pada sebuah desa di Jawa Timur, Indonesia. Kedua, untuk menganalisis kontestasi antara wacana utama dan wacana tandingan dari dampak proses tersebut. Kami menggunakan konsep Henry Lefebvre tentang produksi ruang untuk menganalisis kontestasi wacana. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, kami mendiskusikan beberapa temuan. Kami menyimpulkan bahwa terdapat transformasi ruang; berasal dari produksi ruang absolut, yang merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang tidak bergantung pada industry pariwisata, menjadi ruang abstrak yang dilegitimasi melalui wacana keuntungan dari pariwisata bagi investor. Lebih jauh lagi, kontestasi antara wacana dan wacana tandingan terjadi ketika perubahan tata guna lahan tersebut. Hal tersebut terjadi pada proses dominasi wacana oleh elit desa, sedangkan wacana tandingan hanya muncul pada masyarakat bawah. Perubahan tata guna lahan, berkonsekuensi pada kerusakan ekologi, terutama pada sumber daya air karena penggunaannya yang untuk kebutuhan wisata Waterland. Terdapat juga potensi konflik sejak adanya penggunaan air yang menyebabkan kelangkaan sumber daya tersebut. Dalam penelitian ini menunjukkan masyarakat belum siap menerima industri pariwisata.  


Full Text:

PDF

References


Aditjondro, G. J. (2003). Korban-Korban Pembangunan, Tilikan terhadap Beberapa Kasus Perusakan Lingkungan di Tanah Air. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Archer, B. and Cooper, C. (1994) “The Positive and Negative Impacts of Tourism”. Pp. 73-91 in W.F. Theobald (ed.) Global Tourism: The Next Decade. Butterworth-Heinemann, Oxford

Eurostat European Commision. (2009). “MEDSTAT II: ‘Water and Tourism’ pilot study”. Eurostat Methodologies and Working Paper 2009 edition. Euromed Partnership.

Hairani, R. I., dkk. (2014). “Analisis Trend Produksi dan Impor Gula Serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Gula Indonesia.” Berkala Ilmiah PERTANIAN. Volume 1, Nomor 4, Mei 2014, hlm 77-85.

Harrison, P. dan B. Maharaj. (2013). “Tourism Impacts on Subsistence Agriculture: A Case Study of the Okavango Delta, Botswana.” Journal Human Ecology, 43(1): 29-39 (2013).

Geertz, C. (1983). Involusi Pertanian, Proses Perubahan Ekologi di Indonesia. Jakarta: Bharata Karya.

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1981). Effective evaluation. San Francisco, CA: Jossey-Bass Publishers.

Kotios, A. dkk. (2008). “The Impact of Tourism on Water Demand and Wetlands: Searching for a Sustainable Coexistence.” Discussion Paper Series, 15(4): 71-88. Department of Planning and Regional Development, School of Engineering, University of Thessaly. Available at http://www.prd.uth.gr/research/DP/2009/uth-prd-dp-2009-4_en.pdf.

Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Donald Nicholson-Smith (Trans.). Victoria: Blackwell.

Pitana, I G. dan P. G. Gayatri. (2005). Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Savitri, L. A. (2011). “Politik Ruang dan Pengusaan Tanah untuk Pangan”. Dalam Jurnal Wacana Penataan Ruang dan Pengelolaan Sumber Daya, Edisi 26 Tahun XIII 2011. Sleman: Insist Press.

Shiva, V. (2002). Water Wars, Privatisasi, Profit, dan Polusi. Yogyakarta: Insist Press dan Walhi.

Stake, R. E. (1995). The art of case study research. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

van Neil, R. (2003). Sistem Tanam Paksa di Jawa. Jakarta: LP3ES.

Yin, R. K. (1994). Case study research: Design and methods (2nd ed.). Newbury Park, CA: Sage Publications.Salim, Emil. 2010. Ratusan Bangsa Merusak Satu Bumi. Jakarta: Kompas.

Peraturan:

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 4 Tahun 2007 tentang Pedoman Pengelolaan Kekayaan Desa.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.