Meboya Kesadaran Kritis Anti-Hoax untuk Integrasi Bangsa

I Wayan Putra Yasa

Abstract


Meboya identik dengan sikap yang tidak mudah mempercayai sesuatu yang ada dan cenderung diidentikkan dengan masyarakat yang tidak percaya atau orang yang cenderung ngeyel pada sebuah kenyataan. Oleh karenanya banyak  yang berpandangan negatif pada orang yang sering meboya. Namun demikian dalam konteks tertentu meboya bisa dipandang sebagai suatu sikap kritis. Karena pada umumnya orang yang meboya tidak mudah percaya pada hal yang baru dan cenderung menolaknya dengan berbagai argumentasinya. Sikap kritis inilah yang perlu dikembangkan dalam konteks menghadapi gencarnya berbagai informasi yang tidak benar di media sosial yang dikenal dengan istilah hoax. Masyarakat saat ini harus mengembangkan sikap meboya positif, yaitu tidak mudah percaya pada informasi di media sosial sebelum mengecek kebenaran asal-usul informasi yang ada. Disinilah pentingnya kesadaran itu sehingga masyarakat bisa terhindar dari sikap-sikap anti toleransi dan gerakan radikal sebagai dampak negatif berita hoax. Dengan kesadaran tersebut tentunya bisa memperkuat integrasi nasional.


Full Text:

PDF

References


Ardika, I Wayan. (2017). “Manusia Sebagai Makhluk Mengada Dalam Ruang dan Waktu” dalam Harmoni Sosial Lintas Budaya ( I Wayan Ardika editor). Denpasar: UNUD Press.

Agung, Bintoro. (2017). Lima Cara Antisipasi Berita Hoax di Media Sosial. dapat diakses di http.cnnindonesia.com/cara-antisipasi-berita-hoax-di-media-sosial/ diakses tanggal 17 Juli 2017

https://www.kominfo.go.id/content/detail/8629/asal-mula-situs-hoax-berkembang-di-indonesia/0/sorotan_media diakses tanggal 15 Agustus 2017.

Jawa Post.(2017). Kemenkominfo Tutup Semua Aplikasi Intagram Banyak Konten Terkait Teroris. 16 Juli 2017, Hal 1 dan 15.

Jawa Post. (2017). Hoax tentang Ahok Selalu Laris. Tanggal 8 Agustus 2017 halaman 2.

Nordholt, Henk Schulte. (2010). Bali Benteng Terbuka 1995-2005 Otonomi daerah, demokrasi electoral, dan identitas-identitas defensive. (Arif B. Prasetyo penerjemah). Denpasar: Pustaka Larasan.

Manuaba, I.B.Putera. (2017). Medsos dan SDM Warganet. Majalah Bali Post Edisi 194/7-13 Agustus 2017. Halaman 6.

Oik Yusuf, (2017). Begini Cara Kerja Pelapor Berita Palsu "Turn Back Hoax" dapat diakses di http://tekno.kompas.com/read/2016/12/24/15190067/begini.cara.kerja.pelapor.berita.palsu.turn.back.hoax.?page=all)

Piliang, Yasraf Amir. (2009). Posrealitas Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika.Yogyakarta: Jalasutra.

Piliang, Yasraf Amir.(2010). Dunia yang Dilipat Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan (Edisi 3 Plus DVD). Yogyakarta: Jalasutra.

Widja, I Gede. (2009). Pendidikan Sebagai Ideologi Budaya Suatu Pengantar ke Arah Pendidikan Kritis. Denpasar: Program Magister dan Doktoral Kajian Budaya UNUD.

Wingarta, Putu Sastra. (2009). Meboya Kearifan Orang Buleleng dan Restorasi Nilainya Perspektif Kewaspadaan dan Ketahanan Nasional. Yogyakarta: Sekolah Pascasarjana UGM.

Wikipedia. (2017). http://id.m.wikipedia.org../wiki_Pemberitaan_palsu diakses 24 Juli 2017

http.cnnindonesia.com/cara-antisipasi-berita-hoax-di-media-sosial/ diakses tanggal 17 Juli 2017


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.